Beranda » Buletin » Profil Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa

Profil Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa

Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa

Salah satu dai kondang kembali meninggal dalam usia muda. Ia dikenal dengan nama Habib Munzir. Pendiri majelis taklim Majelis Rasulullah ini bernama lengkap Munzir bin Fuad Al-Musawa.

Meninggalnya Habib Mundzir pada Minggu sore, 15 September 2013 cukup mengejutkan banyak pihak karena usianya yang masih sangat muda yakni 40 tahun dan karena popularitasnya sebagai dai tingkat nasional yang sering tampil di TV dan memberikan ceramah tidak hanya di Indonesia tapi juga di luar negeri. Keterkejutan sejumlah pihak bisa dimaklumi karena melihat usianya yang masih sangat muda. Namun bagi kalangan yang dekat dengannya, mereka tidak begitu heran mengingat fakta bahwa ulama dan dai kondang ini sebenarnya telah menderita penyakit sesak napas dan radang otak sejak lama.

Tokoh Moderat

Sebagaimana umumnya lulusan pesantren salaf dan alumni ma’had Darul Mustafa , Tarim, Yaman, Habib Mundzir dikenal sebagai ulama yang membimbing umatnya dengan manhaj da’wah dan metode pemikiran yang moderat dan inklusif. Ia merangkul semua kalangan dalam Islam. Memberi ruang pada semua golongan dan kelompok sebagai bagian dari Islam yang agung.

Di Indonesia, ulama mumpuni dan berfikiran moderat cukup banyak di tengah serangan agresif dari kalangan ustadz Wahabi lulusan Arab Saudi yang radikal dan eksklusif. Namun, ulama yang memiliki kaliber, kharisma dan popularitasnya menasional (iconic figure) seperti Habib Mundzir itu tidak banyak. Kita berharap akan muncul Mundzir-mundzir baru di masa yang akan datang.

Berikut profil singkat Habib Mundzir

Nama: Munzir bin Fuad Al-Musawa
Tempat tanggal Lahir: Cipanas, 23 Maret 1973
Kebangsaan Indonesia
Nama panggilan Habib Munzir
Pekerjaan Da’i
Agama Islam
Pendidikan:
– Ma’had Assaqafah Al Habib Abdurrahman Assegaf di Bukit Duri Jakarta Selatan,
– Kursus bahasa arab di LPBA Assalafy Jakarta Timur.
– Ilmu Syari’ah Islamiyah di Ma’had Al Khairat, Bekasi Timur,yang dipimpin oleh Habib Naqib bin Muhammad bin Syehk Abu Bakar bin Salim
– Darul Mustafa pimpinan Habib Umar bin Hafidh Tarim Hadramaut, Yaman

Istri: Syarifah Khadijah Al-Juneid
Ayah: Fuad bin Abdurrahman Al-Musawa
Ibu: Rahmah binti Hasyim Al-Musawa
Saudara: Ramzi, Nabiel, Lulu Musawa
Meninggal 15 September 2013 (umur 40) karena radang otak pukul 15.30 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta
Shalat jenazah, pemakaman dan tahlil: TPU Pemakaman Habib Kuncung, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (16/9/2013) selepas dzuhur. Sebelum dikebumikan, jenazahnya akan dishalatkan di Masjid Al-Munawwar, Pancoran, Jakarta Selatan. Pada malam harinya, tahlil akan digelar di masjid yang sama.

Majelis Rasulullah

Popularitas Habib Mundzir tak lepas dari keberhasilannya mendirikan majelis taklim yang diberi nama Majelis Rasulullah. Nama “Majelis Rasulullah.” dalam aktifitas dakwah ini berawal ketika Hb Munzir Almusawa lulus dari study-nya di Darul Mustafa pimpinan Habib Umar bin Hafidh Tarim Hadramaut, Yaman. Beliau kembali ke Jakarta dan memulai berdakwah pada tahun 1998 dengan mengajak orang bertobat dan mencintai nabi saw yang dengan itu ummat ini akan pula mencintai sunnahnya, dan menjadikan Rasul saw sebagai idola.

Habib Munzir membuka majelis malam selasa dari rumah kerumah, mengajarkan Fiqh dasar, namun tampak ummat kurang bersemangat menerima bimbingannya, dan Habib munzir terus mencari sebab agar masyarakat ini asyik kepada kedamaian, meninggalkan kemungkaran dan mencintai sunnah sang Nabi saw, maka Habib Munzir merubah penyampaiannya, ia tidak lagi membahas permasalahan Fiqih dan kerumitannya, melainkan mewarnai bimbingannya dengan nasehat-nasehat mulia dari Hadits-hadits Rasul saw dan ayat Alqur’an dengan Amar Ma’ruf Nahi Munkar, dan lalu beliau memperlengkap penyampaiannya dengan bahasa Sastra yang dipadu dengan kelembutan ilahi dan tafakkur penciptaan alam semesta, yang kesemuanya di arahkan agar masyarakat menjadikan Rasul saw sebagai idola, maka pengunjung semakin padat hingga ia memindahkan Majelis dari Musholla ke musholla, lalu Musholla pun tak mampu menampung hadirin yang semakin padat, maka Munzir memindahkan Majelisnya dari Masjid ke Masjid secara bergantian.

Menurut Habib Mundzir jemaah Majelis Rasulullah saat ini mencapai jutaan. Dalam situsnya ia mengatakan: “Kini jemaah Majelis Rasulullah sudah jutaan, di Jabodetabek, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Mataram, Kalimantan, Sulawesi,Papua, Singapura, Malaysia, bahkan sampai ke Jepang,”

Bagi yang ingin datang ke Majelis Rasulullah berikut alamatnya: Jl Cikoko Barat V, RT 03/05, No 66, Kelurahan Cikoko, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan (12770). (Telfon 021-7986709)

Habib Munzir bersama Sby dan Budiono
Ket. gambar: Habib Munzir bersama Presiden SBY dan Wapres Boediono (Foto credit: Kompas.com)

Ucapan Belasungkawa dari Tokoh Nasional atas Wafatnya Habib Mundzir

Habib Mundzir adalah dai atau mubaligh level nasional dan internasional. Oleh karena itu, tak heran apabila banyak tokoh nasional yang mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya. Baik melalui akun Twitter atau melalui media lain. Berikut beberapa ucapan belasungkawa dari mereka.

Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, melalui akun Twitternya @Pak_JK berkicau: “Innalillahi Wa inna Ilaihi Rojiun. Turut berbelasungkawa atas wafatnya pemimpin Majelis Rasulullah Habib Munzir bin FuaD Al-musawa.”

Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid melalui akun Twitter @hnurwahid berkicau: “Turut berduka dan berdoa atas wafatnya al habib munzir al Musawwa, pimp Majlis Rasulullah, smoga Allah Masukkan Almarhum ke Surganya. Al Fatihah.”

Abdullah Gymnastiar alias AA Gym lewat akun Twitter @aagym menulis sambil menyertakan gambar Habib Munzir. “Innaalillaahi wa innaailahi rojiuun, Allohummaghfirlahu, warhamhu, wa afiihi, wa fuanhu, doa yang banyak untuk Habib.”

Mimpi Rasulullah sebelum Wafat

Habib Munzir di dalam blognya menulis:

“Saya sangat mencintai Rasulullah SAW, menangis merindukan Rasulullah SAW, dan sering dikunjungi Rasululullah SAW dalam mimpi, Rasul selalu menghibur saya jika saya sedih, suatu waktu saya mimpi bersimpuh dan memeluk lutut beliau dan berkata wahai Rasulullah SAW aku rindu padamu, jangan tinggalkan aku lagi, butakan mataku ini asal bisa jumpa denganMu ataukan matikan aku sekarang, aku tersiksa di dunia ini. Rasulullah SAW menepuk bahu saya dan berkata , “Munzir, tenanglah, sebelum usiamu mencapai 40 tahun kau sudah jumpa denganku
maka saya terbangun,”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Flickr Photos

%d blogger menyukai ini: