Beranda » Buletin » Profil Anis Matta

Profil Anis Matta

Profil Anis Matta

Terpilihnya Anis Matta sebagai Presiden PKS (Partai Keadilan Sejahtera) pada 1 Februari 2013 setelah pengunduran mendadak ketua sebelumnya Luthfi Hasan Ishaaq yang tersandung perkara korupsi sapi impor tidak mengejukan banyak pihak. Karena penunjukan presiden PKS adalah otoritas dari Ketua Majelis Syuro yang saat ini dipegang oleh Hilmi Aminuddin. Pengamat politik Yuniarto dari Charta Politika kepada Metro TV mengatakan bahwa ada dua faksi di dalam tubuh PKS yaitu Faksi Keadilan dan Faksi Kesejahteraan. Faksi keadilan adalah mereka yang menginginkan PKS seperti dulu pada era Ustadz Rahmad yang idealis, konsisten pada semangat dakwah, kesederhanaan dan komitmen pada Islam. Sedang faksi kesejahteraan adalah mereka yang tidak menolak kemewahan, pragmatis dan kalau perlu oportunis. Hilmi Aminuddin, Luthfi Hasan Ishaaq dan Anis Matta adalah mewakili fakti kesejahteraan itu. Sedang Hidayat Nur Wahid adalah petinggi PKS yang dianggap mewakili faksi Keadilan yang relatif idealis. Karena itu, tidak heran kalau dia tidak terpilih. Petinggi faksi keadilan yang lain, Yusuf Supendi, sudah dilengserkan dari keanggotaan partai sejak beberapa tahun silam.

DAFTAR ISI

  1. Profil Anis Matta
  2. Pendidikan Anis Matta
  3. Karir Politik Anis Matta
  4. Organisasi Yang Pernah Dan Sedang Diikuti Anis Matta
  5. Visi Anis Matta Sebagai Anggota Dpr
  6. Visi Anis Matta Dalam Keislaman Dan Keindonesiaan
  7. Karya Tulis Buku Anis Matta
  8. Gaya Hidup Mewah Presiden PKS

Dalam wawancaranya dengan Metro TV, Anis Matta membantah sinyalemen adanya dua faksi “sejahtera” dan “keadilan”. Kedua istilah ini memang bukan istilah resmi. Istilah ini adalah istilah sarkasme dan sinistik dari kalangan kader PKS yang idealis. Istilah ini ada dan eksis dalam perbincangan tidak resmi di kalangan kader PKS baik yang masih setia berada di dalam maupun yang merasa gerah dan keluar. Bagi kalangan kader yang termasuk faksi “Sejahtera” tentu saja mereka akan membantah adanya faksi yang berbeda karena mereka berada dalam posisi yang sedang “menikmati” lezatnya kue kekuasaan dengan segala kemewahannya.


PROFIL ANIS MATTA

Nama Lengkap : Muhammad Anis Matta
Alias : Anis Matta | Anis
Istri I : Anaway Irianty Mansyur (memiliki 7 orang anak)
Istri II: Fabula asal Hungaria (memiliki 2 orang anak).
Agama : Islam
Tempat Lahir : Bone, Sulawesi Selatan
Tanggal Lahir : Sabtu, 7 Desember 1968
Umur: 45 tahun
Zodiac : Sagittarius
Hobby : Membaca, Menulis, organisasi
Warga Negara : Indonesia
Kategori : POLITIKUS


PENDIDIKAN ANIS MATTA

SD Inpres Welado 1980SMP Darul Arqam 1983
SLTA Darul Arqam 1986
Gelar S1 di bidang Syariah Islam dari LIPIA pada tahun 1992.
Mengikuti pendidikan di Lemhannas tahun 2001.


KARIR POLITIK ANIS MATTA

– Anggota DPR RI periode 2004-2009.
– Wakil Ketua DPR-RI dari Fraksi PKS (1 Oktober 2009 – 1 Februari 2013)
– Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) selama empat periode berturut-turut (1998- Januari 2013)
– Presiden PKS (1 Februari 2013 – 2018)


ORGANISASI YANG PERNAH DAN SEDANG DIIKUTI ANIS MATTA

– Anggota Majelis Hikmah PP Muhammadiyah 2000-2005
– Anggota Ikatan Alumni Lemhanas 2001-2006
– Aktifis Tarbiyah (Organisasi dakwah dengan garis politik ala Ikhwanul Muslimin dan ideologi ala Wahabi yang menjadi cikal bakal Partai Keadilan yang lalu berubah menjadi PKS)


VISI ANIS MATTA SEBAGAI ANGGOTA DPR

Adanya sumber daya infrastruktur yang kuat akan percepatan pembangunan. Ia mengusulkan jika infrastruktur itu dapat berupa perpustakaan semacam perpustakaan Kongres Amerika Serikat. Dengan adanya perpustakaan, yang diimpikannya terbesar di dunia, maka anggota DPR tidak perlu lagi melakukan banyak studi banding ke luar negeri


VISI ANIS MATTA DALAM KEISLAMAN DAN KEINDONESIAAN

Gerakan-gerakan pemikiran Islam yang dibangun sebagai kekuatan pro sekuler didalam basis-basis pertahanan budaya Islam, baik yang dulu bernama gerakan pembaharuan maupun yang reinkarnasinya kini bernama Islam Liberal atau Islam kiri, tidak pernah sanggup membawa konsep-konsep pemikiran yang orisinil, komprehensif, berlandaskan metodologi yang kokoh dan output empiris yang sukses. Sementara, permasalahan lain dari gerakan sekuler seperti Islam Liberal atau Islam kiri adalah ketergantungan mereka akan dukungan politik, media dan dana dari Barat.

Gerakan ini ia sebuah dengan “pepesan kosong”, doyan bermain retorika, tidak produktif dan lebih berorientasi mengganggu apa yang mereka sebut sebagai gerakan “Islam Fundamentalis”, ketimbang membangun sebuah dunia nyata dari gagasan besar yang lengkap


KARYA BUKU ANIS MATTA

– Biar Kuncupnya Mekar Menjadi Bunga, penerbit Pustaka UMMI.
– Risalah Pergerakan, terjemahan Risalah Ta’lim-nya Hasan AI-Banna.


GAYA HIDUP MEWAH PRESIDEN PKS

Anis Matta, seperti disebut di muka, adalah mewakili faksi “Sejahtera” yakni kalangan elite PKS yang menampakkan gaya hidup mewah. Suatu gaya hidup yang berlawanan dengan saat mereka pertama kali tampil di panggung politik nasional yang penuh kesederhanaan, bersahaja dan tawadhu’.

Anis Matta, yang kuliah S1-nya saja mendapat beasiswa LIPIA Jakarta – cabang universitas Ibnu Saud Arab Saudi, dikenal suka berpembawaan parlente dan mewah apalagi dilihat standar gaya hidup kader PKS era awal.

JAM TANGAN EMAS ROLEX

Detik.com pada 28 Februari 2012 memberitakan bahwa Anis Matta adalah pengguna jam tangan Rolex yang berharga Rp. 70.000.000 (tujuh puluh juta rupiah). Detik.com memberitakan:

Wakil Ketua DPR Anis Matta termasuk pengguna jam tangan merek Rolex. Bagi Anis, jam tangan hanyalah sebuah kepantasan sebagai pejabat publik, bukan gaya hidup.

“Lebih kepada kepantasan. Jam tangan Rolex hanya sebagai aksesori bukan hobi,” kata Anis sembari tersenyum kepada detikcom, Selasa (28/2/2012).

Bukan hanya itu, Anis juga gemar mengoleksi mobil mewah seperti Honda CRV, Toyota Alphard, dan Toyota Crown di samping Toyota Innova. Ini berdasar laporan harta kekayaan yang diterima KPK pada 7 Desember 2009.

Harian Terbit pada 2 Februari 2013 memuat pernyataan Mashadi, seorang tokoh senior PKS, demikian:

Soal jam tangan Rolex milik Anis Matta, Mashadi mengatakan hal itu tidak terlalu aneh. “Itu sudah menjadi sikap kolektif PKS pemujaan terhadap harta, kemewahan sudah menjadi sikap. Anis Matta membangun rumah di Utan Kayu berlantai tiga, tidak masuk akal. Kalau memiliki akal sehat tidak berbuat seperti itu,“ kritiknya tajam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Flickr Photos

%d blogger menyukai ini: