Beranda » Buletin » Muslim Rohingya Myanmar

Muslim Rohingya Myanmar

Rezim Burma/Myanmar membuat perlakuan sangat diskriminatif kepada kalangan minoritas seperti muslim Rohingya

Assalamu’alaikum wr wr

Ustadz, pemberitaan di media massa tentang penindasan ummat muslim di myanmar kian gencar,, bahkan sy melihat sekilas foto2 yg ditampilkan begitu mengenaskan..

sebenarnya apa yg sebenarnya terjadi di sana.?? apakah seperti yg terjadi di ambon dulu.?? apakah memang sebelumnya sdh terjadi konflik.?? bgmn sikap kita sbg sesama ummat muslim.??
Wassalamu’alaikum wr wb
widyo anugrah

DAFTAR ISI

Profil Etnis Muslim Rohingya
Sejarah Asal Nama Rohingya
Muslim Rohingya Sebagai Alat Politik Rezim Militer
Konflik Hindu Rakhine – Muslim Rohingya 2012
Yang Harus Dilakukan Muslim Indonesia untuk Rohingya
Dalil Dasar Sikap Muslim pada Muslim Lain

JAWABAN

SEJARAH/PROFIL ETNIS ROHINGYA

Rohingya adalah etnis beragama Islam yang tinggal di kawasan Arakan di bagian barat Myanmar (dulu, Burma/Birma). Berdasarkan statis tahun 2012, sebanyak 800.000 etnis/suku Rohingya tinggal di Myanmar. Menurut PBB mereka adalah salah satu suku minoritas yang paling sering tertindas di dunia. Banyak suku Rohingya lari ke kawasan kumum dan kamp pengungsi di negara-negara tetangga seperti Bangladesh dan di kawasan sepanjang perbatasan dengan Thailand.

ASAL NAMA ROHINGYA

Pakar sejarah Arakan Dr. Jacques P. Leider menunjukkan bahwa Rohingya berasal dari kata Rooinga. Kata ini dipakai merujuk pada bahasa yang digunakan oleh suku Rohingya yang eksis di Myanmar sejak abad ke-18 saat Myanmar masih dalam penjajahan Inggris. Sebuah laporan yang diterbitkan oleh British Francis Buchanan-Hamilton berjudul “A Comparative Vocabulary of Some of the Languages Spoken in the Burma Empire,” Buchanan-Hamilton menyatakan: “Saya akan menambhakan tiga bahasa lagi yang digunakan di Empirium Burma yang tampaknya berasal dari bahasa etnis Hindu. Bahasa pertama digunakan oleh umat Islam, yang sudah lama tinggal di Arakan, dan yang menyebut diri mereka Rooinga, atau suku asli Arakan.”

ROHINGYA SEBAGAI ALAT POLITIK REZIM MILITER

Etnis Rohingya dan suku minoritas lainnya dijadikan alat politik mempertahankan kekuasaan oleh rezim militer (junta) Myanmar yang berkuasa di Myanmar selama setengah abad. Rezim junta mengandalkan isu nasionalisme Burma dan Budhisme Theravada untuk memperkuat kekuasaannya.

Menurut pakar pemerintah AS, rezim Burma/Myanmar membuat perlakuan sangat diskriminatif kepada kalangan minoritas seperti Rohingya, dan etnis China seperti etnis Kokang dan Panthay (yang merupakan muslim China).

Karena itu, ketua Walubi patut merasa khawatir bahwa kasus penindasan minoritas Rohingya akan menjadi alat untuk pembalasan dendam di Indonesia oleh umat Islam kepada kaum minoritas Budha dan Hindu (If you can do it there, I can do it here too). Semoga ini kekuatiran ini tidak sampai terjadi.

KONFLIK HINDU RAKHINE DAN MUSLIM ROHINGYA TAHUN 2012

Pada tahun 2012 terjadi konflik kekerasan di provinsi Rakhine antara suku Rakhine yang Hindu dan muslim Rohingya. Ini merupakan puncak dari serial pertentangan yang terjadi sebelumnya. Salah satu pemicu dari klimaks konflik ini adalah terbunuhnya 10 (sepuluh) musim Burma oleh etnis Rakhine, konon setelah terjadinya perkosaan atas perempuan Rakhine. Lebih dari 300 rumah dibakar, gedung fasilitas umum dibakar.

Menurut Tun Khin, Presiden Burmese Rohingya Organisation UK (BROUK)per bulan Juni 2012 saja sebanyak 650 orang Rohingya terbunuh, 1.200 orang hilang dan lebih dari 80.000 orang telantar.

Pemerintah militer Myanmar memberlakukan jam malam di kawasan ini dan administsrasi pemerintahan diambil alih militer. Parahnya, ada dugaan bahwa polisi dan militer juga ikut terlibat dan ikut memperparah konflik ini dengan bersikap partisan ikut mentarget muslim Rohingya dengan cara penahanan masal dan kekerasan.

Lebih ironis lagi, organisasi-organisasi biksu yang memainkan peran penting dalam usaga rakyat Burma menuju demokrasi ikut bersikap partisan dengan memblokade segala bantuan kemanusiaan untuk komunitas muslim Rohingya.[1]

Pada Juli 2012, Pemerintah Myanmar menyatakan bahwa grup minoritas Rohingya digolongkan sebagai komunitas muslim tanpa negara asal Bengali yang datang dari Bangladesh sejak 1982 dan tidak dimasukkan dalam daftar 130 etnis Myanmar dan tidak punya hak untuk mengklaim kewarganegaraan Myanmar.[2]

APA YANG HARUS DILAKUKAN UMAT ISLAM INDONESIA

Umat Islam memiliki kewajiban untuk melakukan sesuatu apabila terjadi kemalangan yang menimpa sesama muslim. Baik itu di negara sendiri atau negara lain karena Islam adalah agama universal yang tidak tersekat batas teritorial. Minimal, seorang muslim harus memiliki sikap empati, simpati dan prihatin kepada muslim atau umat Islam lain yang tertimpa musibah.

Hal-hal berikut yang dapat dilakukan umat Islam Indonesia untuk Rohingya (dari yang paling minimal):

1. Ikut prihatin atas musibah yang menimpa saudara sesama muslim di Rohingya Myanmar dan mengutuk siapapun yang terlibat dalam kekejaman itu (pemerintah dan komunitas Rakhine).
2. Berdoa untuk mereka agar musibah yang menimpa cepat selesai.
3. Menyerukan pemerintah melalui cara tertulis (melalui media cetak dan internet) atau demontrasi agar berperan aktif membantu muslim Rohingya secara diplomatik maupun finansial.
3. Mengulurkan bantuan finansial bagi yang mampu untuk muslim Rohingya melalui badan-badan sosial untuk Rohingya.
4. Menjadi sukarelawan kemanusiaan ke Rohingya.

DALIL SIKAP SEORANG MUSLIM KEPADA MUSLIM YANG LAIN

– QS Al-Hujurat 49:10
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Artinya: Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

– QS Al Maidah 5:2
وتعاونوا على البر والتقوى , ولا تعاونوا على الإثم والعدوان , واتقوا الله , إن الله شديد العقاب

Artinya: Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

– Hadits riwayat muttafaq alaih (Bukhari & Muslim)

الْمُسْلِمُ لِلْمُسْلِمِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

Artinya: Orang muslim pada muslim yang lain itu ibarat bangunan yang saling menguatkan satu sama lain.

– Hadits riwayat Muslim

من رأى منكم منكرا فليغيره بيده ، فإن لم يستطع فبلسانه ، فإن لم يستطع فبقلبه ، وذلك أضعف الإيمان

Artinya: siapapun di antara kamu yang melihat kemungkaran, maka hendaklah dia merubah kemungkaran tersebut dengan tangan, jika tidak sanggup hendaklah dia rubah dengan lidah dan jika masih tidak sanggup, hendaklah ia rubah dengan hati. Dan itulah iman yang paling lemah

=================
[1] UN refugee agency redeploys staff to address humanitarian needs in Myanmar”. UN News. June 29, 2012.
[2] The Hindu, 1 August 2012. Lihat: http://goo.gl/ALPqa

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Flickr Photos

%d blogger menyukai ini: