Beranda »

KH Zainal Ali Suyuthi Meninggal Dunia

Karangsuko, Alkhoirot.com. Ketua Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Khoirot, Kyai Haji Zainal Ali Suyuthi, meninggal dunia kemarin pada hari Selasa, 5 April 2011 jam 6.30 WIB di Karangsuko, Pagelaran, Malang, pada usia 51 tahun. Kyai Ali dimakamkan di pemakaman keluarga di samping makam pendiri pesantren yaitu KH Syuhud Zayyadi dan Ny. Hj. Musluhah Muzakki. Prosesi pemakaman dilaksanakan pada sekitar jam 15.30 pada hari yang sama.

Beliau meninggalkan istri Ny. Hj. Luthfiyah Syuhud ketua Dewan Pengasuh Ponpes Putri Al-Khoirot, 3 putra dan 1 putri. Mereka adalah Mochammad Iqbal (23), Achmad Faishal (21), Mamnuhah (18), dan Muhammad Helmi (14).

Pada hari Selasa jam 3 dini hari, Kyai Ali, begitu beliau biasa dipanggil, mengeluh sakit kepala dan minta dirujuk ke RSI Gondanglegi. Satu jam kemudian beliau tak sadarkan diri dengan tensi darah 290. Menurut dokter spesialis rumah sakit, beliau terserang stroke dan ada kemungkinan pecah pembuluh darahnya. Karena itu direkomendasikan dirujuk ke RSI Aisyiah Malang. Namun, dalam perjalanan antara Bululawang dan Gadang, beliau sudah menghembuskan napas terakhir. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’iun.

Sakit Mendadak

Wafatnya belaiu boleh dikatakan mendadak dan di luar dugaan semua orang, termasuk keluarga dekat. Karena pada hari Minggu jam 17.00 beliau masih menghadiri pengajian rutin di Gesing, Dampit dan baru sampai di rumah pada jam 23.00.

Namun, “tensi darah beliau memang agak tinggi. Tapi tidak terlalu fatal,” kata H. Ali Imron, seorang alumni Al-Khoirot yang anaknya sering memeriksa tensi darah Kyai Ali. “Tensi darah 220 itu sudah biasa,” H. Ali menambahkan.

Duka Mendalam

Wafatnya Kyai Ali meninggalkan duka yang mendalam tidak hanya bagi keluarga dekat, dewan pengasuh pesantren dan para santri serta alumni Ponpes Al-Khoirot tapi juga bagi masyarakat dan teman-teman dekatnya.

“Meninggalnya Kyai Ali bagaikan kerubuhan gunung bagi kami,” kata KH. Ja’far Sodiq Syuhudn salah seorang dewan pengasuh yang mengisyaratkan bahwa betapa banyak beban yang harus dipikul oleh pengasuh pesantren yang selama ini dipikul oleh Kyai Ali sendirian.

Kyai Ali adalah sosok kyai yang pantas menjadi panutan bagi semua orang yang ingin menjadi lebih baik. Beliau seorang yang rajin beribadah, istiqomah mengajar dan tiada lelah dalam mengabdi dan mengayomi masyarakat.

Beliau juga dikenal sebagai sosok yang sederhana dan rendah hati. “Tiada ada satu kalimat atau satu gerakan tubuh (body language) Kyai Ali yang pernah menunjukkan bahwa beliau arogan,” kata salah seorang alumni.

Wasiat Pendidikan

Saat beliau masih tersadar, beliau sempat berwasiat kepada Ny. Hj. Luthfiyah agar studi putra-putranya jalan terus, jangan sampai mandek di tengah jalan. Mochammad Iqbal Ali, putra tertua beliau, saat ini sedang menempuh studi S2 jurusan biologi di Universitas Negeri Malang (UM), sedang adiknya Achmad Faishal baru saja diterima program S1 jurusan Bahasa Arab di universitas yang sama. Sedang putrinya Mamnuhah sedang belajar di pesantren putri Ustadz Khoiron di Bangil sementara putra bungsunya, Muhammad Helmi, duduk di bangku kelas 2 MTs Al-Khoirot.

Keterangan foto: Kyai Ali saat memimpin doa di acara Bany Itsbat Februari 2011

kyai zainal ali suyuthi suyuti

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Flickr Photos

%d blogger menyukai ini: