Beranda »

Credibility Has to be Earned (4) “Akademisi Kredibel”

Sat, 04 Dec 2004

Oleh Mario Gagho

3- Akademisi yg Kredibel

Prof. Dr. Nazaruddin Syamsudin, yg pada pemilu terakhir menjabat ketua Komite Pemantau Pemilu (KPU), adalah salah seorang akademisi UI (Universitas Indonesia) yg menjadi profesor termuda pertama tidak hanya di UI tapi juga di Indonesia. Ia diangkat menjadi profesor pada usia kurang dari 40 tahun. Setelah itu, mulailah terjadi fenomena diangkatnya profesor-profesor muda brilian; termasuk Prof Dr Yusril Ihza Mahendra, Menteri Sekneg, Prof Dr Juwono Sudarsono — putra dubes pertama KBRI New Delhi, India, yg saat ini menjadi Menteri Pertahanan; Prof Dr Azyumardi Azra, rektor UIN (Universitas Islam Negeri) Jakarta; untuk menyebut beberapa di antaranya.

Tak pelak lagi, mereka menjadi profesor dalam usia begitu muda karena kualitas akademisnya dianggap kredibel.

Kredit Poin

Dalam dunia akademisi, gelar profesor sebenarnya dapat dicapai dg mudah asal kita mencapai kredit poin tertentu. Untuk mencapai kredit poin tersebut, kita harus dapat mencapainya dg menulis; mulai dari menulis makalah, buku, paper ilmiah di berbagai jurnal nasional dan internasional maupun menulis artikel di berbagai media. Konon, satu paper ilmiah yg dimuat di jurnal internasional menjadi keharusan untuk mendapat gelar profesor (pada rekan-rekan yg sudah jadi dosen, mohon soal teknis ini dikoreksi kalau salah).

Kalangan akademisi “kacangan” yg tidak biasa, dan tidak membiasakan diri, menulis di media tentu saja merasa sangat sulit untuk mendapatkan kredit poin. Pada saat yg sama mereka juga ingin “naik tingkat”. Karena itu, tidak jarang terjadi mereka melakukan tindakan-tindakan tak terpuji yg sama sekali bertentangan dg sifat dan karakter akademis; seperti meminta orang lain untuk membuatkan makalah ilmiah, membayar orang untuk menulis artikel, dll. Tindakan penyelewengan (baca, korupsi akademis) semacam ini selain disgraceful pada yg bersangkutan, juga memberi contoh tidak baik pada mahasiswa yg diajarnya di samping menyalahi spirit kerja keras dan integritas yg mestinya menjadi prinsip setiap akademisi.

Meneladani Tokoh-tokoh Akademisi Kredibel

Apa yg membuat Prof. Dr. Nazaruddin Syamsuddin, Prof Dr Azyumardi Azra, Prof Dr Juwono Sudarsono dll mencapai jabatan profesor mereka begitu cepat dalam usia yg begitu muda? Jawabnya adalah kerja keras, hard work melebihi yg lain. Itulah kompetisi. Apabila kita menginginkan prestasi yg melebihi pencapaian orang lain, maka konsekuensinya adalah kita juga mesti bekerja lebih keras dari yg lain.

Prof. Nazaruddin Syamsuddin dikenal dg kebiasaannya yg tidak tidur malam. Ia mulai tidur jam 9 atau 10 malam, dan bangun jam 12 atau 01.00 dini hari. Setelah itu ia tidak tidur lagi sampai jam 9 malam berikutnya. Waktu pasca-tengah malam itu ia gunakan untuk membaca dan menulis. Setelah subuh ia gunakan mempelajari bahan kuliah untuk mahasiswanya.

Prof Dr. Azyumardi Azra kurang lebih sama. Ia bangun jam 03.00 dini hari, membaca dan menulis untuk berbagai media; baik nasional maupun internasional. Untuk mengingatkan kembali, dia adalah rektor UIN yg tentu saja super sibuk mengurusi aktivitas keseharian kampus. Toh kegiatannya itu tidak menghambatnya untuk tetap menjadi penulis dan akademisi produktif dan kredibel. Demikian juga halnya dg aktivitas keseharian Prof Juwono Sudarsono, dll. Anda dapat melihat tulisan-tulisan mereka di berbagai media nasional seperti Kompas, Republika, Tempo, Gatra, dll; atau media dan jurnal internasional seperti TIME, Newsweek, Foreign Affairs, dll.(bersambung)

Iklan

1 Komentar

  1. Anonymous berkata:

    check out juwonosudarsono[dot]com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Flickr Photos

%d blogger menyukai ini: