Beranda »

NDTV dan Wanita Cantik

Thu, 28 Apr 2005 02:26:24 -0700

Oleh Mario Gagho

NDTV seperti kita tahu adalah stasiun tv paling
populer di India. Tahun 2004 stasiun ini mendapat
penghargaan sebagai stasiun terbaik dalam
investigative reporting (liputan investigasi).

Ia juga menjadi stasiun TV India pertama yg go-public
dan sahamnya laris manis di bursa saham Bombay Stock
Exchange.

Big boss-nya, Pranoy Roy juga tercatat sebagai salah
satu pengusaha terkaya di India. Dan berkat NDTV ini
pula namanya menjulang dan laporan investigasi dan
riset NDTV sering dibeli media tv luar seperti BBC,
dll.

Yg menarik dan menjadi tujuan utama saya menulis
refleksi kali ini adalah bahwa hampir semua penyiar
wanita NDTV ini berwajah tidak cantik. Ini berbeda
misalnya dg stasiun tv HEADLINES TODAY, CNBC ASIA,
atau bahkan DORDARSHAN (tvri-nya India) yg penyiar
wanitanya umumnya berwajah cantik dan manis.

Memilih wajah cantik menjadi penyiar sebenarnya
lumrah. Dalam doktrin dunia entertainment audio-visual
seperti TV, “beauty does sell”. Itu taktik pertama
untuk menarik pemirsa yg menjadi konsumen acaranya.
Begitu juga dalam dunia iklan, film, termasuk dalam
dunia perhotelan, hiburan, kantor, dll. Di kita tak
beda jauh. Lihatlah, apakah ada stasiun tv kita yg
tidak mempekerjakan wanita cantik sebagai penyiar atau
host suatu acara?

Namun NDTV berani tampil beda. Dari mayoritasnya
penyiar tak cantik di NDTV itu, saya berani
berspekulasi bahwa hal itu (mempekerjakan wanita tak
menarik) merupakan kebijakan yg disengaja dari NDTV.
Dan apabila itu benar, Prannoy Roy patut mendapat
acungan jempol dan respek yg setinggi-tingginya. Dia
sudah jelas membuktikan bahwa profesionalisme dan
kecakapan (skill) seorang wanita jauh lebih penting
dari hanya kecantikan luar yg semu.

Bagi kaum wanita sendiri yg berminat meniti karir,
langkah trobosan NDTV itu memiliki dampak yg sangat
positif.

Pertama, karena dalam konteks Asia umumnya dan ASEAN
khususnya, wanita cantik fisik itu tidak banyak.
Dengan membuat kecantikan sebagai prasyarat pertama
untuk menuju suatu karir entertainment, maka secara
langsung hal ini telah menutup lobang peluang bagi
mayoritas kaum wanita yg tidak cantik.

Kedua, karena sedikitnya wanita yg cantik fisik, maka
ini membuat dampak psikologis negatif sendiri pada yg
bersangkutan yg membuatnya tidak kompetitif. Pada
gilirannya, sulit menemukan wanita cantik fisik yg
sekaligus cantik non-fisik (pintar dan memiliki skill
tinggi).

Ketiga, sungguh tidak fair apabila kompetisi karir
hanya berdasarkan tampilan fisik, bukan berlandaskan
kemampuan. Bayangkan seorang wanita cantik yg cuma
pintar dandan bisa mengalahkan wanita gigih dan
berkualitas tinggi dalam seleksi suatu lowongan kerja
seperti penyiar, PR, sekretaris, dll.

Oleh karena itulah, langkah Prannoy Roy dan NDTV-nya
patut dijadikan preseden dan contoh bagus bagi
kalangan pengusaha entertainment di Indonesia.

Memilih wanita yg cantik otaknya dalam jangka panjang
akan berdampak sangat positif tidak saja bagi
mayoritas wanita Indonesia, tapi juga bagi mereka
(kaum wanita) yg merasa dirinya cantik secara fisiknya
agar tidak lagi menanggap kecantikan tubuh sebagai
taken for granted.[]

Iklan

1 Komentar

  1. hendro berkata:

    Setuju bung Mario,
    Saya pernah naik Air India, pramugarinya tua-tua dan “berbobot”. Kalau kecantikan dan kemudaan menjadi syarat, mereka tidak masuk kriteria. Beda dengan pramugari semua maskapai penerbangan kita yang membatasi usia dan memilih hanya yang langsing-semampai-menarik. Tapi, sewaktu dilayani para pramugari tua itu, saya justru merasa sangat aman dan serasa sedang dilayani ibu sendiri di atas awan. Ketika menuang teh, saya membayangkan ibu saya di kampung yang sangat sayang kalau sedang pulang kampung selalu menyeduhkan teh buat saya. Ketulusan cinta seorang ibu yang direpresentasikan oleh pramugari udara itu… (bukan “pikiran nakal” yang timbul ketika sedang dilayani perempuan muda berrok span ketat yang aduhai..) Tinggal bagaimana kita mau “menjual” wanita, daya tarik fisiknya atau keterampilan dan citra mulia keibuannya. Saya kok lebih pro yang terakhir karena menempatkan wanita di sisi yang lebih mulia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Flickr Photos

%d blogger menyukai ini: